Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

MISTERI SI GADIS KUCING (BAG. 5)

BAGIAN 5 HARI BADAN GEMETAR Di luar, hujan semakin deras. Seharusnya ini menjadi titik ternyaman dalam menikmati tidur di atas kasur empuk. Namun tempat tidurku disabotase oleh orang asing yang tubuhnya tertutup selimut rapat-rapat. Entah siapa, aku sangat takut untuk membukanya, apa lebih baik aku kembali saja ke rumah Mbak Rina? Tidak! Aku tidak akan kembali menemui Bromo, nanti malah dia pikir aku hanya beralasan karena enggan jauh darinya. Aku paham betul watak pria semacam itu. Ya Tuhan, agaknya aku nobatkan hari ini sebagai 'Hari Badan Gemetar' saja. Karena sudah beberapa kali sejak siang tadi kejadian demi kejadian telah membuat tubuhku mengalami tremor. Aku juga sudah lelah akan semua pertanyaan batin yang belum terjawab. Tak ingin aku menutup hari ini dengan pertanyaan lagi, sudah cukup rasanya aku menabung misteri. Kali ini benar-benar akan ku cari tahu jawabannya sekarang juga. Pelan-pelan ku langkahkan kaki mendekati ranjang. Tanganku gemetaran ketika hendak menyent...

MISTERI SI GADIS KUCING (BAG. 4)

BAGIAN 4 KUCING - KUCING LAPAR Sudah pukul 21.00. Aku masih berada di rumah Mbak Rina. Biasanya di jam-jam segini adalah waktu yang tepat untuk bersantai merebahkan tubuh selepas lelah bekerja. Namun, aku dilarang untuk pulang oleh Bromo. Dengan alasan, harus ada yang menyaksikannya bekerja. Meskipun aku hanya duduk-duduk di sofa tanpa melakukan apapun, tetapi hakikat dari bersantai seharusnya adalah melakukan aktifitas yang menyenangkan. Kalau cuma duduk menyaksikan orang bekerja, itu sama sekali tidak menyenangkan bagiku. Selagi Bromo berfokus dengan ketelitiannya mengolah TKP, lama-lama aku bosan kalau hanya terus memandangi aktifitas kerjanya. Ingin aku membantu, tetapi aku yakin alih-alih meringankan pekerjaan, aku malah akan semakin membuat masalah. Aku tidak paham tentang hal-hal seperti ini, aku bahkan tidak mengerti apa yang sedang ia lakukan. Ku lirik remote TV yang tergeletak di meja. Iseng ku tekan tombol power mengarah ke layar TV tabung di depan sana. Aku terkejut karena ...

MISTERI SI GADIS KUCING (BAG. 3)

BAGIAN 3 MELARIKAN DIRI  Masih hanya ku dengarkan suara ketukan pintu itu. Meski masih ada rasa takut menyelimuti, pada akhirnya aku memberanikan diri untuk membukanya. Seorang pria berkacamata berbadan tegap berdiri di depan pintu seraya menampakkan senyum ramahnya. Kumis tipis di atas bibirnya turut melengkung ke atas. Wajahnya putih bersih dengan hidung mancung yang semakin menambah kesan tampan pria itu. Bulu cambang nampak simetris memeriahkan sisi kulit rahangnya. Aku lega, karena beberapa kejadian janggal hari ini membuatku paranoid untuk menghadapi peristiwa-peristiwa baru. Untung saja yang di depanku ini kelihatannya manusia waras. Penampilannya biasa saja namun rapih. Ia mengenakan kemeja hitam serta celana katun dengan warna serupa. Sepatu pantofel hitam pun semakin melengkapi kesan elegan pada outfit yang ia kenakan. "Selamat sore..., Anda yang bernama Resti? tetangga dari korban?" tanya pria itu. "Betul. Ada apa, Pak?" tanyaku penasaran. Pria itu mengul...

MISTERI SI GADIS KUCING (BAG. 2)

BAGIAN 2 AMBIL ALIH Situasi semakin tidak terprediksi, tadi pagi seolah semua baik-baik saja, kenapa sekarang menjadi kalut begini? Aku selalu takut jika berurusan dengan hukum, dahulu ayahku pernah menjadi korban salah tangkap karena dituduh mencuri kapal milik seorang juragan ikan di kampungku. Aku khawatir hal itu bisa saja terulang kepadaku. Apalagi ini adalah kasus kematian seseorang yang diduga menjadi korban pembunuhan. Ya ampun, kenapa harus tetangga dekatku? Jadinya aku turut terkena permasalahannya. Mata itu, tatapan mata polisi itu membuatku takut. Bibirnya memang tersenyum, tetapi aku tahu sorot matanya yang tajam itu seolah sedang menghakimi. Aku hanya bisa menunduk tak berani menatap. Sementara Mbak Rina terkulai lemas di sofa. Posisinya berjarak sekitar dua meter agak menjauh dariku. Aku kasihan melihatnya. Katakanlah dunia menganggap hari ini sebagai tragedi kriminalitas, tetapi bagi Mbak Rina, ini adalah hari kematian suaminya. Ini adalah hari bela sungkawa. Orang kerj...

MISTERI SI GADIS KUCING (BAG. 1)

BAGIAN 1 CAP KAKI KUCING Sore ini, aku pulang lebih awal dari biasanya. Rupanya bos ku cukup bisa memahami kalau biasanya hari ini aku cuti. Makanya ia tidak ingin aku bekerja terlalu memaksakan diri, sehingga ia menyuruhku pulang sore. Padahal, biasanya bisa sampai malam baru selesai pekerjaan. Karena aku tidak terbiasa pulang sore, aku jadi buta akan keadaan lalu lintas. Ternyata jalanan di sore hari lebih macet daripada malam. Sudah lebih dari lima belas menit, taksi yang ku tumpangi tak menggerakkan roda sejengkal pun. Agaknya, jalan kaki akan lebih cepat sampai. Aku menepuk pundak supir taksi dan langsung membayar.  "Lho? Kan belum sampai, mbak?" "Kelamaan. Mending jalan, Pak. Makasih ya...," ucapku sambil membuka pintu. Aku memilih untuk berjalan menyusuri trotoar. Lebih baik capek berjalan daripada capek menunggu. Lagipula sekalian olahraga. Mengingat berat badanku minggu ini naik dua kilo. Aku tidak mau memiliki badan gemuk, untuk saat ini, badan langsing ku...

MISTERI SI GADIS KUCING (PROLOG)

PROLOG

MISTERI SI GADIS KUCING

Gambar
Misteri Si Gadis Kucing Cover  Di sinilah semua kisah itu dimulai. Seorang wanita yang menyebut dirinya Si Gadis Kucing. Setiap malam dia berkeliling ke setiap sudut gang pemukiman kota. Membagi-bagikan makanan kepada setiap kucing liar yang dia temui. Pada suatu pagi, ditemukan sesosok mayat di sebuah rumah susun. Polisi datang dan menyelidiki. Terdapat banyak bekas cakaran kucing di wajah korban, sekotak sereal makanan kucing tumpah ruah mengotori lantai di sekelilingnya, sepanjang lantai semenjak pintu masuk, jejak langkah cap darah berbentuk telapak kaki kucing juga ditemukan. Semua petunjuk ini tak mengarah ke hal lain, kecuali hanya tentang kucing. Keesokan harinya, ditemukan lagi hal serupa di distrik sebelah. Polisi masih terus menyelidikinya. Hingga sebagian penduduk kota semakin menyadari bahwa setiap kucing liar di kota ini menjadi semakin buas dan galak dengan sorot mata lebih tajam dari biasanya. Apa yang terjadi? PROLOG BAGIAN 1 - CAP KAKI KUCING BAGIAN 2 - AMBIL ALIH...